Pos Terbaru Semua Tentang Belajar Indonesia

Pemerintah Akan Segera Realisasikan Proyek NARC di Indonesia

Tuesday, April 16, 2013

Pemerintah akan segera merealisasikan proyek National Academic Research Cluster (NARC), fasilitas penelitian yang terintegrasi langsung dengan industri. Proyek tersebut merupakan salah satu dari lima proyek Metropolitan Priority Area (MPA) yang telah disepakati antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang.

Menurut Dedy S. Priatna, Deputi Bidang Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), proyek tersebut akan dibangun di tiga tempat, yakni di Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berlokasi di Serpong. "Untuk pembangunan di tiga tempat itu pemerintah Indonesia hanya mengeluarkan biaya 20%-25% dari total biaya yang dibutuhkan," ujar Dedy, Selasa (16/4).

Dana yang akan dipakai dari kas negara sekitar Rp 600 miliar, yang akan disalurkan melalui ITB, IPB dan BPPT langsung. Adapun jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut mencapai Rp 2,2 triliun. Rencananya, pada bulan Juni 2013 ini, pemerintah akan mulai melakukan studi kelayakan proyek tersebut.

Sementara sisa dana yang dibutuhkan berasal dari pihak swasta sebesar 15%. Sisanya, sekitar 65% dari total kebutuhan pendanaan, akan ditanggung oleh industri yang terkait dengan penelitian etiga tempat tersebut. Hanya saja, Dedy tidak menyebutkan industri dan perusahaan mana yang akan terlibat.

Yang pasti, di ITB, fasilitas penelitian yang akan dibangun berkaitan dengan industri energi. Sedangkan di IPB, pusat penelitian pertanian, sedangkan BPPT terkait dengan industri kesehatan. Nantinya, industri yang berhubungan dengan penelitian, akan menjadi pelaksana dari operasional sehari-hari.

Dedy bilang, pemerintah sebetulnya menargetkan pembangunan proyek ini sudah dimulai pada tahun 2015. Namun, pihaknya akan mempercepat pembangunannya menjadi tahun 2014. "Tahun 2014 sudah bisa groundbreaking," jelasnya.

Selain proyek NARC, ada beberapa proyek lainnya yang terkait ke dalam program MPA. Diantaranya adalah, proyek pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT), proyek pelabuhan laut Cilamaya, perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta proyek pembangunan Jakarta Sewerage System.

Kemdikbud Bentuk Tim Investigasi Skandal UN

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang kacau balau membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Presiden memerintahkan Nuh melakukan investigasi menyeluruh atas kekacauan pelaksanaan UN tahun ini.

"Beliau (SBY) memerintahkan investigasi, ini persis yang beliau sampaikan pada hari Minggu beberapa waktu yang lalu, investigasi meliputi, baik mulai dari proses pengadaan barang dan jasa, dari sisi kepanitiaan dan pelaksanaan, dan dari percetakannya sendiri," ujar Nuh saat menyampaikan konferensi pers usai menghadap presiden di kantor presiden, Selasa (16/4).

Nuh mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah membentuk tim investigasi yang dikoordinir langsung Inspektorat Jenderal Kemdikbud. Dalam waktusatu minggu, hasil investigasi tersebut akan disampaikan kepada presiden.

SBY juga menginstruksikan kepada Mendikbud agar naskah-naskah soal UN yang terlambat dikirim tersebut sudah sampai ke sekolah-sekolah sebelum hari Kamis (18/4). Dengan demikian, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di 11 Provinsi yang tertunda, bisa diselenggarakan segera.

Presiden juga telah memerintahkan Kapolri dan TNI untuk memastikan bawah semua naskah soal UN terkirim dan sampai ke tingkat kabupaten dan sekolah tepat waktu. "Kami akan berkoordinasi dengan Polri dan TNI AU," janji Nuh. Selain memerintahkan bahwa UN pada Kamis ini akan berlangsung di 11 provinsi, Presiden juga memastikan kepada Kemdikbud akan UN untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) bisa dilaksanakan serentak di seluruh tanah air pada Senin (22/4) mendatang. SBY meminta Mendikbud menjamin tidak lagi terjadi pemunduran pelaksanaan UN untuk tingkat SMP.
Menanggapi permintaan presiden, Kemdikbud menjanjikan UN tingkat SMP akan berlangsung tepat waktu tanpa kendala lagi. "Kami juga menyampaikan ikhtiar yang kami lakukan untuk memastikan UN bisa tepat waktu serentak," kata Nuh.

TNI AU sendiri telah mempersiapkan beberapa pesawat Hercules, empat pesawat Foker dan satu Boeing 737 untuk mendistribusikan soal UN. Jika pesawat tersebut masih kurang, TNI AU siap menambahkan dua pesawat angkut lain.

Timor Leste Studi Banding Pendidikan Kelautan di Indonesia

Saturday, April 13, 2013


Pendidikan kelautan dan perikanan di Indonesia ternyata diminati oleh mancanegara, salah satunya oleh Republik Demokratik Timor Leste.

Tim delegasi dari negara eks provinsi di Indonesia ini melakukan kunjungan dan audiensi di kantor pusat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, pada Rabu 10 April 2013.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi, studi banding, dan penjajakan kerja sama mengenai pendidikan kelautan dan perikanan.

Tim Delegasi Timor Leste ini terdiri dari Wakil Menteri Pendidikan, Marcal Avelino Ximenes, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Abrao Dos Santos, Atase Perdagangan, Adelino Fernandes serta 3 delegasi lainnya. Pada kesempatan tersebut mereka diterima oleh Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Suyasa, Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Djodjo Suwardjo serta beberapa pejabat Eselon III dan IV lingkup BPSDM KP.

Marcal, salah sati tim delegasi mengatakan pihaknya ingin membangun sekolah kelautan dan perikanan di negaranya. Karena itu, ia bersama tim ingin mendapatkan gambaran dan masukan dari BPSDM KP yang telah lama berpengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan kelautan dan perikanan. Karena menurutnya, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat luar biasa.

Menanggapi hal tersebut, Suseno menyampaikan rasa senangnya menerima para delegasi Timor Leste tersebut. Ia menjelaskan, lembaga pendidikan di bawah KKP, baik pendidikan tinggi maupun pendidikan menengah, menggunakan sistem pendidikan vokasi dan pendekatan teaching factory.

Pendidikan vokasi adalah mengarah pada pendekatan kebutuhan kompetensi, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tututan dunia usaha, industri serta perubahan regulasi yang terkait dengan kelautan dan perikanan, baik secara nasional mapun internasional.

Sedangkan pendekatan teaching factory adalah memberikan para peserta didik porsi kegiatan praktek 70% dan teori 30%. Pendekatan ini proses pembelajaran keahlian yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya dalam suatu alur produksi.

Dengan tujuan untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan tuntutan konsumen atau pasar. Di samping itu, teaching factory juga didukung dengan sarana dan prasaran yang memadai, setara dengan dunia usaha dan dunia industri sesungguhnya.

Lain halnya dengan apa yang dikatakan Djodjo. Ia mengatakan pola pendidikan di lembaga pendidikan KKP, khususnya STP, mengharuskan para peserta didik tinggal di asrama yang sehari-harinya dibina dan dididik untuk diarahkan ke bidang-bidang keahlian spesifik. Jadwal kegiatan pun diatur, dari mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur di malam harinya dengan menerapkan kedisiplinan dalam segala hal yang berguna dalam pembangunan karakter.

Tim delegasi Timor Leste sangat berantusias menyimak berbagai penjelasan dari BPSDM KP. Dari hasil pertemuan disimpulkan, untuk membangun sekolah kelautan dan perikanan, yang perlu disiapkan pertama adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan kedua adalah alat. SDM dalam hal ini termasuk guru dan dosen yang kompeten dan berpengalaman di lapangan. Untuk alat berarti sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan standar internasional.

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat mempererat keharmonisan hubungan antar kedua negara. Ke depannya diharapkan terdapat kerja sama di bidang pendidikan kelautan dan perikanan yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

sumber: http://www.kemendagri.go.id/news/2013/04/12/timor-leste-studi-banding-pendidikan-kelautan-di-indonesia

Beasiswa S1 dan S2 University of Wales, Newport, Inggris

Saturday, December 1, 2012


University of Wales, Newport, Inggris, menyediakan beasiswa internasional tahun 2012/2013 untuk program sarjana dan pascasarjana. Beasiswa ini akan diberikan berdasarkan prestasi pelamar, meliputi prestasi akademik, keterlibatan secara sosial budaya (termasuk proyek-proyek sosial untuk komuniatas atau pengalaman sukarelawan), serta pencapaian prestasi dalam seni.

10 Pencarian Terlaris di Indonesia Saat Libur Lebaran 2012

Monday, August 27, 2012



Ada perubahan tren pencarian informasi di internet selama bulan Ramadhan dan masa libur Lebaran di Indonesia. Banyak pengguna internet mencari topik terkini yang relevan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Perusahaan mesin pencari Google, mengungkap 10 hal yang paling dicari oleh pengguna Google di Indonesia sepanjang tanggal 17 sampai 23 Agustus 2012.

Japanese Language Program for Overseas Students University

Friday, April 20, 2012


Japanese Language Program for Overseas Students University adalah program pelatihan bahasa Jepang yang ditujukan bagi mahasiswa bahasa Jepang di luar negara Jepang. Program ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation sejak tahun 2009. Indonesia merupakan salah satu negara yang terpilih untuk program ini.

Program ini merupakan beasiswa yang bertujuan memberi kesempatan bagi mahasiswa bahasa Jepang untuk memperdalam pengetahuan tentang bahasa, budaya, dan masyarakat Jepang.

Salah satu perguruan tinggi di Semarang yaitu Unnes, tahun mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini  yang akan dilaksanakan mulai 6 November hingga 20 Desember 2012. Pelatihan dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese Language Institute Kansai (Osaka) Jepang.

Pendaftar adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dan mempunyai kemampuan berbahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan untuk keperluan komunikasi, pidato, dan diskusi. Peserta diharuskan sehat jasmani dan rohani. Selain itu semua biaya pelatihan termasuk tiket pesawat pulang-pergi ditanggung pihak penyelenggara, kecuali biaya pembuatan paspor dan visa.

Ujian Nasional Jateng Libatkan 73 PTN/S, 2.941 Dosen Pengawas

Sunday, April 15, 2012


 Prof Dr Fathur Rokhman dan Dr Sugianto saat jumpa Pers
 
Sedikitnya 2.941 dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) se Jawa Tengah siap menjalankan pengawasan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA (SMA/MA/SMALB/SMK) yang berlangsung 16-19 April 2012 (Senin-Kamis) bagi 325.162 peserta. Seperti tahun sebelumnya Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi koordinator bidang pengawasan UN tingkat SLTA dan memindai (scanning) lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SLTA se Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Penanggungjawab Pengawasan UN tingkat SLTA Prof Dr Fathur Rokhman yang juga Pembantu Rektor IV (Bidang Pengembangan dan Kerjasama) Unnes saat jumpa Pers Jumat (13/4) di Gedung H Rektorat Unnes kampus Sekaran.

 “UN tahun ini diupayakan lebih baik dan lebih jujur dari segi pelaksanaan, pengawasan dan pemrosesan hasil ujian. Setidaknya 2.941 dosen pengawas siap bertugas. Ditambah diberlakukanya Fakta Integritas kejujuran dalam pelaksanaan UN, dimana diwajibkan semua pengawas wajib menandatanginya. Itu berarti kalau ada kecurangan meraka harus siap bertanggungjawab.”

Selain itu, lanjut Prof Fathur, Pemrosesan scanning lembar jawaban UN di Unnes dilakukan 24 jam dengan melibatkan 180 dosen dan staff khusus menangani scanning. “Mesin-mesin scanning juga menggunakan mesin canggih yang menbaca detail image sehingga sangat kecil kemungkinannya lembar jawaban UN tidak terbaca. Bahkan jika siswa kurang sempurna meng-ureg-ureg jawaban maka kemungkinan besar tetap akan terbaca ”, katanya.

Prof Fathur juga menjelaskan perbedaan UN tahun lalu dengan sekarang  yaitu jika tahun lalu lembar jawab dan soal dimasukkan dalam amplop terpisahkan maka tahun ini lembar jawab, soal, dan Fakta Integritas dimasukkan dalam 1 amplop. “Semua perangkat seperti soal, LJK, serta ditambah denah ruang dan Fakta Integritas dimasukkan dalam 1 amplop tertutup dan disegel sejak di percetakan dan bisa dibuka bila sudah di depan siswa ujian jam dan hari itu. Sehingga pengawas ruang tidak akan kesulitan dan meminimalkan salah memasukkan amplop-amplop yang dulu ada beberapa amplop.”

Selain itu, lanjut Prof Fathur, kalau tahun lalu soal dibedakan 5 jenis A, B, C, D, E dan pengacakannya kadang kurang sempurna. “Tahun ini selain 5 jenis soal, juga ditambah denah ruang (posisi soal A, B, sampai E yang harus dibagikan) sehingga pengawas ruang-pun baru akan tahu denah ruang (posisi soal A, B, C, D, E-nya) saat detik-detik UN akan dimulai sehingga baik siswa maupun pengawas dan panitia lainnya tidak akan tahu posisi soal-soal acak tersebut”, tandas Prof Fathur Rokhman.

Koordinator Pengawas Dr Sugianto menambahkan pihaknya mengharapkan siswa tidak lupa dan salah dalam mencantumkan kode soal . “Karena jika salah kode soalnya maka akan fatal dan terjadi kekeliruan waktu mengscaning jawaban.  Selain itu jangan percaya dengan isu bocoran kunci jawab UN karena akan rugi sendiri dan kalau dipercaya maka siswa pandai malahan bisa buruk hasilnya karena sudah dipastikan kunci jawaban maupun soal tidak akan bocor.”

Call For Papers/ Essay Competition Deadline Diundur Sampai 15 April 2012

Thursday, March 15, 2012


CALL FOR PAPERS/ ESSAY COMPETITION
BERHADIAH TOTAL Rp 7 juta
(DEADLINE DIUNDUR SAMPAI 15 APRIL 2012)
Tema:
Etika bisnis dan ekonomi dari perspektif agama-agama di Indonesia
 
Globethics.net Indonesia dan ICRS-Yogya mengundang para ilmuwan, akademisi, peneliti dan aktivis untuk mengirimkan hasil tulisannya, yang sudah pernah diterbitkan ataupun belum. Tulisan terpilih akan dimuat dalam perpustakaan elektronik (e-library) www.globethics.net dan diakses lebih dari 40.000 orang dari 225 negara di seluruh dunia. Lima tulisan terbaik akan mendapat hadiah uang dan sertifikat.
 
Syarat dan Ketentuan
1. Semua penulis yang mengirimkan tulisannya harus terdaftar sebagai partisipan Globetihics.net dengan mendaftarkan diri ke www.globethics.net, gratis.
2. Tulisan berhubungan dengan tema utama etika bisnis dan ekonomi dari perspektif agama-agama di Indonesia. Topik bisa fokus pada etika ekonomi, etika bisnis, etika kerja/profesi, etika perdagangan, etika konsumsi, dan etika sistem ekonomi, atau topik lain yang relevan.
3. Tulisan dapat berupa artikel ataupun paper atau sejenisnya dengan jumlah halaman 15 – 30 halaman, 2 spasi, 12 Times New Roman .
4. Penulis dapat mengirimkan lebih dari satu artikel/paper untuk perlombaan ini.
5. Untuk format referensi paper menggunakan footnotes.
6. Tulisan sudah atau belum dipublikasikan.
7. Tulisan yang sudah pernah diterbitkan harus menyertakan surat persetujuan dari penerbit untuk disubmit dan diterbitkan ulang di GE ID (form telah disediakan).
8. Tulisan dapat menggunakan salah satu dari tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Arab.
9. Setiap artikel dilengkapi dengan abstrak kurang lebih 200 kata dan ditulis dalam bahasa Inggris bila artikelnya berbahasa Indonesia, dan abstrak bahasa Indonesia bila artikelnya menggunakan Bahasa Inggris.
10. Tulisan yang dikirim akan menjadi hak dari Globethics.net Indonesia dan Globethics.net berhak untuk mempublikasikannya.
11. Deadline pengiriman tulisan diundur sampai 15  April  2012
12. Pengumuman pemenang paling lambat dua bulan setelah deadline.
 
Cara pengiriman
1. Tulisan dikirim dalam format pdf dan Word Doc RTF
2. Tulisan soft kopi dikirim via email kepada Nina Mariani Noor dengan alamat marianinoor@globethics.net. Dan di-cc ke nina.mariani@yahoo.co.id, dan satu hard kopi dikirim ke :
Nina Mariani Noor, MA
Globethics.net Indonesia
Alamat : ICRS-Yogya
Sekolah Pascasarjana UGM
Lantai 3
Jl: Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta
Telp : 0274-562570
 
Hadiah
Tulisan terbaik akan mendapat hadiah berupa sertifikat dan uang :
1. Juara Pertama Rp. 3.000.000
2. Juara Kedua Rp. 2.000.000
3. Juara Ketiga Rp. 1.000.000
4. Dua orang juara Harapan @ Rp. 500.000
 
Globethics.net adalah website yang mempunyai basis di Jenewa. Website ini memfokuskan diri pada etika terapan, yang dipahami dalam makna luasnya semisal tema tentang Filsafat, Islamic Studies, Gender, Ekonomi dan sebagainya. Inti dari website ini adalah electronic library dengan tujuan menjembatani ketimpangan informasi antara dunia Utara dan Selatan, dan juga dunia Barat dan Timur., Globethics.net menyediakan beberapa layanan antara lain perpustakaan elektronik yang menyediakan artikel dan jurnal online, multi bahasa dan bisa didownload full text, gratis. Saat ini Globethics.net telah telah memiliki lebih dari 500.000 full-text artikel dan buku dalam tema Etika terapan dan sekitar 120 internasional jurnal.
 
Globethics.net sejak tahun 2010 telah membangun kerjasama dengan ICRS-Yogya (Indonesian Consortium for Religious Studies) yang merupakan program doctor dari konsorsium tiga universitas yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Gadjah Mada. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan Globethics.net di wilayah Indonesia. Di samping itu diharapkan dengan adanya Globethics.net Indonesia (Globethics.net ID), Indonesia dapat menyumbangkan pengetahuan baru tentang etika terapan pada dunia.
 
Demikian undangan pengiriman tulisan ini kami buat. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi email. marianinoor@globethics.net.
 
Contact Person
Nina Mariani Noor, MA
Globethics.net Indonesia
Alamat : ICRS-Yogya
Sekolah Pascasarjana UGM
Lantai 3
Jl: Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta
Telp : 0274-562570
www.globethics.net

Selamat Ulang Tahun Akira Yoshizawa, Bapak Origami

Wednesday, March 14, 2012


Hari ini, 14 Maret 2012, adalah hari ulang tahun ke 101 Akira Yoshizawa. Beliau adalah bapak origami yang telah menciptakan lebih dari 50.000 model origami dalam berbagai bentuk/ukuran. Sebagian diantaranya telah diabadikan ke dalam 18 buku khusus origami.

Akira Yoshizawa lahir pada 14 Maret 1911 dan meninggal 14 Maret 2005. Sepanjang karirnya, beliau menjabat sebagai duta internasional kebudayaan Negeri Sakura.

Di tahun 1983, pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, Akira memperoleh gelar Order of the Rising Sun, sebuah penghargaan tertinggi untuk seorang warga negara Jepang.

Akira merupakan pelopor berbagai teknik Origami, salah satunya wet-folding atau melipat kertas dalam keadaan basah. Dalam teknik ini kertas dibasahi sebelum dilipat, menciptakan tampilan yang lebih bulat dan tampak seperti dipahat.

Hal ini dianggap oleh banyak orang sebagai awal pergeseran paradigma origami menjadi sebuah karya seni, dari sebelumnya yang hanya dianggap sebagai kerajinan rakyat kuno.

Logo Google hari ini terinspirasi dari sang artis origami, Google menunjukkan penghargaannya kepada sosok Akira Yoshigawa dengan menampilkan teks Google yang terbuat dari kertas lipatan origami berbagai warna.

Hati-hati, Traffic Website Anda Sedang Dicuri oleh Blackhatter !

Monday, February 27, 2012


Jika anda pengguna template wordpress atau blogspot yang gratisan, maka sebaiknya anda harus berpikir 2 kali dan harus lebih barhati hati.

Berikut cara blackhatter mendapatkan ribuan bahkan jutaan traffic hasil CURIAN :
Apa yang mereka lakukan ?
1. Mereka membuat sebuah template wordpress atau blogspot yang profesional, bahkan mereka terkadang memesan hanya dengan ratusan ribu rupiah saja per template
2. Mereka menginjecksoi sebuah kode blackhat di bagian footer, dan di encript sehingga anda tidak bisa melihatnya,
terkadang mereka menyisipkan image dengan ukuran kecil 1x1 ir 0x0
2. Mereka mensubmit ke website template gratisan
3. Mereka berharap templatenya anda download

Memang sewaktu anda menginstall, tidak ada kejadian apa apa, karena mereka memang tidak langsung menjebak mangsanya. Mereka beroperasi secara halus.

Mereka akan menunggu beberapa hari setelah anda menginstal template anda.
Nah, ketika mereka sudah melihat website anda bertrafic, maka kode injection mereka segera di aktifkan melalu server mereka.

Trick ini biasanya digunakan untuk melakukan injectsion cookies ( cookies stuffing ) di komputer visitor anda, bahkan kadang digunakan untuk melempar traffic, khususnya saat malam hari saat anda tertidur. Untuk system ini , biasanya mereka menggunakan tehnik cronjob.

Dengan tehnik ini mereka bisa mendapatkan jutaan trepik secara gratis,
bayangkan saja, jika mereka berhasil menjebak 1000 blog,
1000 blog x 100 visitor per blog = 100K visitor per day traffic hasil MENCURI

ohh, sungguh jahat memang para blackhatter ini, kejamnya dunia yah, namanya juga dunia internet ,apapun bisa dilakukan dari balik layar MAC bok

Lebih berhati hatilah ketika memilih template untuk website anda !

Kata, Dipakai Dibuang Sayang

Tuesday, February 21, 2012


Mungkin awalnya orang Arab hanya tahu bersetubuh, yaitu ketika kelamin laki-laki dan perempuan saling bertemu. Disebutlah jima’ yang artinya berkumpul atau bertemu. Dan ketika unta-unta mereka berkumpul di padang rumput, mereka mengatakan ijtama’a al-ibil (unta-unta berkumpul). Hebatnya, dari ide sederhana ini mereka menemukan kata-kata jadian lainnya: ijma’ (kesepakatan ulama), ijtima’ (bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus), mujtama’ (orang-orang yang hidup bersama di satu tempat atau masyarakat), jami’ah (tempat mahasiswa belajar atau universitas), jum’at (hari orang berkumpul untuk melaksanakan salat bersama—salat jum’at), dan jama’ah (sekumpulan orang yang berada dalam satu garis kepemimpinan). Kata-kata ini selanjutnya digunakan sebagai istilah untuk menyebut berbagai hal yang ada dalam kehidupan mereka. Ada pola baku yang selalu diikuti sehingga bahasa Arab tidak saja berhasil mengembangkan berbagai macam peristilahan, ia juga mampu menjelaskan ide yang paling kompleks sekalipun.

Ketika Islam datang ke Nusantara, kita memborong kata-kata ini tanpa memerhatikan kaidah yang ada di belakangnya. Akibatnya adalah, bahasa kita kaya dengan kosa kata, namun miskin dalam peristilahan. Kita tidak punya istilah khusus untuk menyebut peristiwa sejajarnya bumi, bulan, dan matahari dalam satu garis, yang menandakan bulan baru. Dan ternyata banyak istilah penting dalam bahasa kita diambil dari bahasa asing. Hal ini sebenarnya biasa dalam bahasa. Bahasa apa pun menyerap kata atau istilah asing. Hanya masalahnya, kebiasaan ‘memborong’ itu terus berlanjut. Mengapa kita tidak membuat istilah sendiri?
Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita lihat bahasa Arab, sebuah bahasa yang banyak menyumbang bahasa kita. Bahasa Arab memiliki metode tasrif (perubahan kata) yang bertujuan memperluas fungsi kata. Dari sini didapatkan istilah baru untuk mengungkap konsep baru. Siapa sangka bahwa kata tarbiyah (pendidikan) dalam bahasa Arab diambil dari kata rabwah, artinya humus, bunga tanah di mana tanaman bisa tumbuh subur. Dan siapa sangka pula bahwa syari’ah memiliki makna “jalan menuju mata air.” Di sini kita melihat penamaan didasarkan pada kesamaan atau kemiripan ide dasar. Perluasan terjadi karena kata tidak hanya punya arti yang sebenarnya (makna haqiqi), namun juga arti kiasan (makna majazi).
Di samping itu, dalam bahasa Arab, kata mempunyai sejumlah bentuk: kata kerja, kata benda, kata sifat, kata keterangan, dan masing-masing memiliki sub-bentuk, sehingga satu kata bisa memiliki belasan kata jadian. Kata “kataba” (menulis), misalnya, memiliki tasrif “kitab” (buku), “katib” (penulis), “maktab” (meja tulis), “maktabah” (perpustakaan), dan seterusnya. Ide “menulis” erat kaitannya dengan “buku,” dengan “perpustakaan.” Metode ini sederhana namun cerdas, karena bahasa bisa berkembang sedemikian rupa, melampaui simpul-simpul lokalnya untuk menampung ide-ide baru.

Dalam pengamatan saya, bahasa Indonesia pun memiliki metode ini, hanya memang tidak terstruktur dengan baik, sehingga kita seringkali mencari kata baru untuk membuat istilah baru. Padahal ide dasarnya sudah terkandung dalam perbendaharaan kata kita. Pada saat itulah godaan untuk meminjam istilah-istilah asing begitu dahsyat. Kata “biak” punya sejumlah bentuk jadian: membiak, pembiak, pembiakan, biakan, terbiak, dst. Sejauh ini kata ini hanya digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan ternak. Mengapa tidak kita gunakan “pembiakan” untuk “investment,” dan “pembiak” untuk “investor?” Mengapa kita hanya berani menggunakan “unduh” untuk “download?”

Dalam beberapa hal kita berani. Kita menemukan banyak kata baru akhir-akhir ini. Namun keberanian saja tidak cukup. Kita harus punya pola, salah satunya dengan cara memperluas fungsi kata: unduh, mengunduh, unduhan, pengunduh, pengunduhan, terunduh, keterunduhan, dst. Setelah kata-kata ini tercipta, mereka bisa digunakan untuk peristilahan lainnya. Kita bisa gunakan “pengunduhan” untuk “rush” (penarikan uang dalam jumlah besar karena peristiwa tertentu) dan “profit taking” (usaha ambil untung).

Sejauh ini ada upaya kreatif dari berbagai kalangan untuk menjajal kata-kata baru. Ini patut dihargai dan diteruskan. Gerus adalah kata yang relatif baru. Dalam benak saya, “menggerus” adalah proses pelumatan cabe, bawang, terasi di cowet untuk membuat sambal. Kata ini sekarang dipakai untuk berbagai hal yang berhubungan dengan longsor dan erosi. “Tebing itu akhirnya ambruk karena tergerus air.” Kita tentu bisa perluas lagi penggunaan kata ini, tidak saja untuk erosi dan abrasi, tapi juga untuk segala tindakan yang berhubungan dengan mengontrol dan menguasai. Setiap kali mendengar kata ini, saya menangkap kesan negatif sehingga kita bisa memadankannya dengan “intervensi.” “Pemerintah semakin menggerus kekuatan masyarakat sipil.” Mengapa tidak? Setelah bersusah payah menemukan kata itu, mengapa kita buang.

 Oleh Jajang Jahroni
Born in June 12, 1967, he obtained his B.A. from State Islamic Institute Jakarta, MA from Leiden University, the Netherlands. He is now PhD candidate in Boston University in the field of cultural anthropology. He previously worked with Center for the Study of Islam & Society (PPIM), published some articles and books on Islam, civil society, and democracy.

Learning Bahasa Indonesia

Wednesday, January 4, 2012

Read the following text
Nama saya Ratsimbazafi Mario Patrik. Saya orang Madagaskar. Saya datang ke Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia. Saya tinggal di rumah keluarga Bapak Sihono.
Saya belajar bahasa Indonesia di Universitas Negeri Semarang. Universitas itu jauh dari rumah saya. Saya pergi ke universitas naik sepeda. Saya belajar mulai jam 9 pagi sampai jam 12 siang. Ada lima orang di kelas saya. Mereka adalah teman–teman saya dari Amerika. Nama guru saya Fathur. Dia adalah guru yang baik. Kami senang belajar bahasa dan budaya Indonesia dengan Pak Fathur.

Key words:
Datang (v) – come
Belajar (v) – study
Tinggal (v) – live; stay
Rumah (n) – house
Keluarga (n) – family
Jauh (adj.) – far away
Guru (n) – teacher
Sepeda n) cycle
Budaya (n) – culture

Answer the following questions.

1. Siapa nama dia?

a. Nama saya Ratsimbazafi Mario Patrik.

b. Nama dia Sutoyo.

c. Nama dia Ratsimbazafi Mario Patrik.

2. Dia dari mana?

a. Dia dari Indonesia.

b. Dia dari Amerika.

c. Dia dari Madagaskar.

3. Mengapa dia datang ke Indonesia?

a. Dia datang ke Indonesia untuk belajar.

b. Dia datang ke Indonesi untuk bekerja.

c. Dia datang ke Indonesia untuk berekreasi.

5. Bagaimana dia pergi ke Universitas?


a. Dia pergi ke universitas naik bus.

b. Dia pergi ke universitas naik sepeda.

c. Dia pergi ke universitas naik sepeda motor.

History of The Indonesian Language

I would not say that learning Indonesian is “easy”, as I don’t believe for an adult learning any language is “easy”. It is, however, relatively “easy” to get by in Indonesian, as historically speaking, the basis of this language was for many centuries used as a lingua franca or a means of communication among the traders, missionaries etc in the Indonesian archipelago including Indians, Chinese, Arabs and Europeans, perhaps as early as the first century. Because it was a lingua franca it had to be relatively simple for the different people visiting the archipelago to be able to communicate with it, in a relatively short time.

The place of origin of this language is around the Riau islands in the Malacca Straits, the thoroughfare of the trading traffic. The busy trade routes of the Strait of Malacca date from the 5th century CE. The earliest epigraphical evidence of the language, known as the “old Malay” language, is dated around 7th century and found at sites in Sumatera such as Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kota Kapur and Karang Berahi. The language belongs to the family of Austronesian languages, found in the region from Madagascar in the west, Taiwan in the north, Easter Island in the East, and New Zealand, Christmas and Cocos Islands in the south. The first “foreign” contact were with Hindu Indians, followed by Muslim Arabs and Chinese before the arrival of the Europeans. The Portuguese (1511 to 1596) and then the Dutch (from 1596 onwards) languages, and of course English, enriched the vocabulary of the language, as did the 300 regional languages.

The Sanskrit influence from India is found mostly in religion, literature, architecture and philosophy (words like pustaka, sastra, darma, karya, mandala, guru). The Arabic influence is of course mostly in religion and law (nikah, akad, talak, hibah, hakim). The Chinese vocabulary is very limited and to be found mostly in food (tahu, mi, taoge, but also loteng). Portuguese is the origin of many words describing things which were introduced through contact with Europeans (mentega, sekolah, gereja, meja, jendela, sepatu). The Dutch introduced much administrative and educational terminology (kantor, polisi, kamar, administrasi), and English is the origin of most contemporary technical and electronic terminology (komputer, internet).

The language was originally written in the pre-Nagari (Pallawa) script. With the arrival of Islam it was then written in the Arabic script (called Jawi script in Malaysia). The Dutch introduced the Romanised script using the Dutch spelling. This is when the Malay language used in what is now Malaysia began to differ from the Indonesian language in the former Netherlands East Indies Territory. Several different spelling systems have been used: Van Ophuijzen in 1901 was the original spelling system, then the Soewandi system from 1947, and finally in 1972, in an Indonesian – Malaysian Language Agreement, the Ejaan Yang Disempurnakan (EYD: Improved Spelling) system. Knowing the older spelling systems is useful in understanding the different ways in which some personal names are written: Tjokroaminoto as to Cokroaminoto, Soeharto as opposed to rather than Suharto, Soerja rather than Surya.

At the initial stages, Indonesian grammar is relatively simple, because it does not have conjugation/tenses, plural, article, gender. It is a non-tonal language, and a non-hierarchical one: essentially the same vocabulary is used no matter to whom you are speaking or writing. Indonesian differs in this respect from Javanese, the first language of a majority of Indonesians, which has a hierarchical structure, and is seen by many modern Indonesians as a feudal language. However, advanced learners of Indonesian have to learn a complex system of affixation (prefixes, infixes and suffixes) and the list of exceptions and inconsistencies – though thankfully, although difficult to learn, these are not large in number. So the simplicity of the grammar at the beginning level is misleading, because this simplicity of the grammar makes it more difficult for the foreigners to be able to imitate the native speakers.

For native speakers of English, word order in Indonesian can be confusing. Thus for instance the adjective follows the noun, rather than precedes it: thus rumah merah, meaning red house, where rumah means house, and merah means red. Duplication can be used to create new words that differ in meaning: thus hati means heart (alongs other things) but hati-hati means to be careful.

Where is Indonesian spoken?


In the Republic of Indonesia, in East Timor, in Malaysia, Singapore and Brunei, some parts of the southern Philippines and the southern part of Thailand, and in the Australian territory in Christmas Island and Cocos Islands.

--by Iem Brown

Daftar Isi laman belajarindonesia.org

Thursday, December 29, 2011





Ihwal Penyerapan

Wednesday, December 28, 2011

Pengembangan kosakata akibat persentuhan bahasa terutama dilakukan lewat pemadanan makna. Proses itu dapat berupa penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan.

Jenis penerjemahan pertama dilakukan berdasar kesesuaian makna atau konsep, tetapi bentuknya tidak sepadan. Contohnya supermarket menjadi pasar swalayan, elevated highway menjadi jalan layang, interchange menjadi simpang susun. Penerjemahan jenis kedua dapat pula dilakukan berdasar kesuaian makna dan bentuk. Misalnya skyscraper menjadi pencakar langit, inorganic menjadi takorganik, dan bonded zone menjadi kawasan berikat.

Pemadanan cara kedua berlangsung lewat penyerapan. Seperti yang sudah ditegaskan lebih dulu, proses penyerapan bertolak dari bentuk tulisnya karena tulisan dapat lebih bertahan daripada bunyi dalam lintasan ruang dan waktu. Di dalam tata ejaan yang baik diupayakan agar setiap huruf melambangkan satu bunyi bahasa. Kenyataan menunjukkan bahwa ideal itu sulit tercapai.

Abjad yang dewasa ini paling banyak dipakai oleh bahasa modern di dunia ialah abjad Latin. Karena tatabunyi Latin berbeda dari tatabunyi Melayu dan Indonesia, terjadilah beberapa modifikasi. Misalnya, huruf Latin dapat melambangkan bunyi /s/ dan /k/; huruf dan melambangkan bunyi /f/; huruf dan " melambangkan bunyi /k/; huruf melambangkan deret bunyi /ks/; dan deret huruf dan melambangkan bunyi sengau Melayu atau Indonesia."

Dengan memperhatikan catatan di atas, dapat dirinci empat jenis penyerapan. Pertama, penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal: internet, de facto, orbit, divide et impera. Kedua, penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal: bias /baiæs/: bias, nasal /neisæl/: nasal, laser /leisær/: laser, tanpa /tanpo/: tanpa. Ketiga, penyerapan dengan penyesuaian ejaan, tetapi tanpa penyesuaian lafal file: fail, design: desain, photocopy: fotokopi, science: sains. Keempat, penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal: manajemen, mikrofon, konstitusi, marinir.

Penyerapan yang bertolak dari bentuk visualnya ternyata tidak boleh ditafsirkan secara harfiah. Baik karena berlainan bahasa sumber maupun karena berlainan tatabunyi, seperti ulasan Samsudin Berlian, mau tak mau sering ada huruf yang harus diubah dalam proses penyerapan.

Masih ada satu jenis pemadanan yang berupa gabungan penerjemahan dan penyerapan. Contohnya pramutama, bar, swakelola, asam nitrat.

Masyarakat yang beradab bertumpu pada aturan, kaidah, dan ketertiban. Kita boleh setuju atau tidak, tetapi ketentuan itu kita patuhi. Begitu juga dengan kaidah bahasa adab.

KOMPAS, 17 Jun 2011. Anton M Moeliono, Pereksa Bahasa

Cara Mendaftar Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

Sunday, October 23, 2011

Yang bisa mendaftar adalah lulusan dari perguruan tinggi mana pun, asalkan program studinya sudah terakreditasi.

Sarjana dari program studi apa saja yang dibutuhkan? Ada 14 prodi, yakni Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Sejarah, Pendidikan Siologi dan Antropologi, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Ekonomi.

Pemerintah Mewajibkan Gunakan Panduan Berbahasa Indonesia pada Produk iPad

Saturday, October 22, 2011

Pemerintah mewajibkan produk iPad menggunakan petunjuk penggunaan manual berbahasa Indonesia. "Ada sekitar 20 produk, termasuk iPad," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia, Oktober 2011.

Keputusan itu memenuhi permintaan hasil rapat penyempurnaan Peraturan Menteri Perdagangan No. 19 Tahun 2009. Dalam aturan itu diwajibkan penyertaan manual dan kartu jaminan atau garansi purnajual dalam bahasa Indonesia untuk produk telematika dan elektronik.

Saat ini baru 45 jenis produk telematika dan elektronika yang wajib menggunakan manual berbahasa Indonesia. Rapat pembahasan revisi beleid itu juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Nuzulia tidak menyebutkan secara terperinci produk apa saja yang masuk dalam revisi aturan. Ia hanya mengatakan beberapa peralatan rumah tangga juga akan diwajibkan melampirkan manual berbahasa Indonesia.

Pemerintah menargetkan penyempurnaan aturan bisa selesai dan ditetapkan pada akhir tahun ini. "Setelah ditetapkan, biasanya kami memberikan tenggang waktu kepada pelaku usaha untuk persiapan selama 6 bulan, baru wajib diberlakukan," kata Nus.

Ketua Gabungan Pengusaha Elektronik, Ali Soebroto Oentaryo, mengatakan setiap pengusaha akan selalu mengacu pada aturan yang ada. Undang-undang hanya mengatur secara umum soal panduan berbahasa Indonesia untuk barang elektronik. Sedangkan aturan di bawahnya harusnya yang mendefinisikan barang elektronik apa saja yang wajib menggunakan panduan berbahasa Indonesia.

Jika memang beleid itu akan diperbarui, kata Ali, pertimbangan pemerintah harus berdasarkan perlindungan konsumen. Misalnya dengan pertimbangan jika tanpa petunjuk bahasa Indonesia, apakah barang elektronik tersebut bisa berbahaya atau tidak. “Bila tidak membahayakan, pemerintah tidak perlu terburu-buru mewajibkan panduan berbahasa Indonesia pada satu produk elektronik tertentu.”

Kasus iPad sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu karena penjualannya tidak disertai manual berbahasa Indonesia. Selasa lalu, dua terdakwa kasus itu, Dian Yudha Negara dan Randy Lester Samusamu, menolak semua replik jaksa penuntut umum.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat itu, tim pengacara terdakwa membacakan pembelaan bagi Dian dan Randy. Salah satunya karena iPad tidak termasuk dalam 45 produk yang wajib menyertakan buku panduan berbahasa Indonesia seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2009.

Dian ditangkap polisi saat melakukan COD (cash on delivery) di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat, atas penjualan dua buah iPad 3G, Wi-Fi, 64 GB yang dibeli di Singapura. Adapun Randy ditangkap karena menawarkan enam unit iPad 3G, Wi-Fi, 16 GB. Sebelumnya, mereka menawarkan barang lewat situs Kaskus.

Randy dan Dian dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, karena produk itu tidak dilengkapi buku manual berbahasa Indonesia. Mereka juga dijerat dengan Pasal 52 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi karena iPad belum masuk kategori alat elektronik komunikasi resmi di Indonesia.

Menulis Cerpen Berdasarkan Kehidupan Orang lain ( Pelaku, Peristiwa, Latar )

Friday, October 21, 2011

Salah satu jenis karya sastra yang cukup diminati kalangan remaja adalah cerpen.Dengan ceritanya yang pendek dan tidak terlalu kompleks,cerpen cocok dijadikan bacaan di waktu senggang.Berawal dari kegemaran membaca , banyak pembaca yang kemudian tertarik untuk mencoba mengarang cerpen sendiri.
Menulis cerpen ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.Siapapun yang mampu menyusun kalimat dengan baik , punya pengalaman hidup, dan mampu berimajinasi akan mampu mengarang cerpen.Yang penting ,berani mencoba,tekun berlatih, dan tidak lekas putus.

Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

Tuesday, October 18, 2011


Sekitar 3.500 sarjana pendidikan akan direkrut sebagai guru di pelosok Indonesia. Setelah setahun mengajar, mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan biaya pemerintah.
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo mengemukakan hal itu, Rabu (12/10), terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.
Mereka, lanjut Rektor, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Menurut Sudijono, selama mengajar di wilayah pelosok tersebut, mereka akan mendapatkan biaya hidup setiap bulan. ”Setelah itu, mereka kembali ke LPTK tempat mendaftar sebelumnya untuk mengikuti PPG dan begitu lulus, jadilah sebagai guru profesional,” katanya seraya menambahkan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75.
”Unnes sebagai bagian tak terpisahkan dari Kemdiknas, sudah tentu melaksanakan program ini sebaik-baiknya untuk turut memajukan Indonesia secara bersama-sama,” tandasnya.

Percepatan


Terpisah, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. ”Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas, mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah,” katanya.
Alasan lain, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. ”Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,” ungkap dia.

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.

Unnes Rekrut 300 Sarjana


Sementara itu, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan merekrut sedikitnya 300 sarjana pendidikan untuk mengajar selama setahun di berbagai pelosok Indonesia. Selama mengabdi, mereka akan mendapatkan biaya hidup per bulan dan setelah itu akan dibiayai untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pembantu Rektor Bidang Akademik Agus Wahyudin mengemukakan hal itu terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu. Dalam program itu, secara nasional tahun ini akan diberangkatkan sedikitnya 3.500 orang.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.

Mereka, lanjutPR I, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Muara dari program ini, lanjut PR I, adalah munculnya guru profesional yang memiliki pengabdian tinggi terhadap Negara Kesatuan republik Indonesia. ”Setiap lulusan PPGmerupakan guru profesional,” katanya.

Dikemukakan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75 dari program studi yang dibutuhkan di wilayah pengabdian.

Menurutsurat yang dikirimkan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti Kemdiknas, program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas, mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah.

Alasan lainnya, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkukuh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.
 
Support : Femin Collection | Habitat Design | Kreatifa Media
Copyright © 2013. Belajar Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Habitat Design Published by Kreatifa Media
Proudly powered by Blogger