Pemerintah akan segera merealisasikan proyek National Academic Research
Cluster (NARC), fasilitas penelitian yang terintegrasi langsung dengan
industri. Proyek tersebut merupakan salah satu dari lima proyek
Metropolitan Priority Area (MPA) yang telah disepakati antara Pemerintah
Indonesia dengan Jepang.
Menurut Dedy S. Priatna, Deputi Bidang
Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), proyek
tersebut akan dibangun di tiga tempat, yakni di Institut Teknologi
Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) yang berlokasi di Serpong. "Untuk pembangunan
di tiga tempat itu pemerintah Indonesia hanya mengeluarkan biaya
20%-25% dari total biaya yang dibutuhkan," ujar Dedy, Selasa (16/4).
Dana
yang akan dipakai dari kas negara sekitar Rp 600 miliar, yang akan
disalurkan melalui ITB, IPB dan BPPT langsung. Adapun jumlah dana yang
dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut mencapai Rp 2,2 triliun.
Rencananya, pada bulan Juni 2013 ini, pemerintah akan mulai melakukan
studi kelayakan proyek tersebut.
Sementara sisa dana yang
dibutuhkan berasal dari pihak swasta sebesar 15%. Sisanya, sekitar 65%
dari total kebutuhan pendanaan, akan ditanggung oleh industri yang
terkait dengan penelitian etiga tempat tersebut. Hanya saja, Dedy tidak
menyebutkan industri dan perusahaan mana yang akan terlibat.
Yang
pasti, di ITB, fasilitas penelitian yang akan dibangun berkaitan dengan
industri energi. Sedangkan di IPB, pusat penelitian pertanian,
sedangkan BPPT terkait dengan industri kesehatan. Nantinya, industri
yang berhubungan dengan penelitian, akan menjadi pelaksana dari
operasional sehari-hari.
Dedy bilang, pemerintah sebetulnya
menargetkan pembangunan proyek ini sudah dimulai pada tahun 2015. Namun,
pihaknya akan mempercepat pembangunannya menjadi tahun 2014. "Tahun
2014 sudah bisa groundbreaking," jelasnya.
Selain proyek NARC,
ada beberapa proyek lainnya yang terkait ke dalam program MPA.
Diantaranya adalah, proyek pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT),
proyek pelabuhan laut Cilamaya, perluasan Bandara Internasional
Soekarno-Hatta, serta proyek pembangunan Jakarta Sewerage System.

0 komentar:
Post a Comment