Home » , » Ujian Nasional Jateng Libatkan 73 PTN/S, 2.941 Dosen Pengawas

Ujian Nasional Jateng Libatkan 73 PTN/S, 2.941 Dosen Pengawas


 Prof Dr Fathur Rokhman dan Dr Sugianto saat jumpa Pers
 
Sedikitnya 2.941 dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) se Jawa Tengah siap menjalankan pengawasan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA (SMA/MA/SMALB/SMK) yang berlangsung 16-19 April 2012 (Senin-Kamis) bagi 325.162 peserta. Seperti tahun sebelumnya Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi koordinator bidang pengawasan UN tingkat SLTA dan memindai (scanning) lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SLTA se Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Penanggungjawab Pengawasan UN tingkat SLTA Prof Dr Fathur Rokhman yang juga Pembantu Rektor IV (Bidang Pengembangan dan Kerjasama) Unnes saat jumpa Pers Jumat (13/4) di Gedung H Rektorat Unnes kampus Sekaran.

 “UN tahun ini diupayakan lebih baik dan lebih jujur dari segi pelaksanaan, pengawasan dan pemrosesan hasil ujian. Setidaknya 2.941 dosen pengawas siap bertugas. Ditambah diberlakukanya Fakta Integritas kejujuran dalam pelaksanaan UN, dimana diwajibkan semua pengawas wajib menandatanginya. Itu berarti kalau ada kecurangan meraka harus siap bertanggungjawab.”

Selain itu, lanjut Prof Fathur, Pemrosesan scanning lembar jawaban UN di Unnes dilakukan 24 jam dengan melibatkan 180 dosen dan staff khusus menangani scanning. “Mesin-mesin scanning juga menggunakan mesin canggih yang menbaca detail image sehingga sangat kecil kemungkinannya lembar jawaban UN tidak terbaca. Bahkan jika siswa kurang sempurna meng-ureg-ureg jawaban maka kemungkinan besar tetap akan terbaca ”, katanya.

Prof Fathur juga menjelaskan perbedaan UN tahun lalu dengan sekarang  yaitu jika tahun lalu lembar jawab dan soal dimasukkan dalam amplop terpisahkan maka tahun ini lembar jawab, soal, dan Fakta Integritas dimasukkan dalam 1 amplop. “Semua perangkat seperti soal, LJK, serta ditambah denah ruang dan Fakta Integritas dimasukkan dalam 1 amplop tertutup dan disegel sejak di percetakan dan bisa dibuka bila sudah di depan siswa ujian jam dan hari itu. Sehingga pengawas ruang tidak akan kesulitan dan meminimalkan salah memasukkan amplop-amplop yang dulu ada beberapa amplop.”

Selain itu, lanjut Prof Fathur, kalau tahun lalu soal dibedakan 5 jenis A, B, C, D, E dan pengacakannya kadang kurang sempurna. “Tahun ini selain 5 jenis soal, juga ditambah denah ruang (posisi soal A, B, sampai E yang harus dibagikan) sehingga pengawas ruang-pun baru akan tahu denah ruang (posisi soal A, B, C, D, E-nya) saat detik-detik UN akan dimulai sehingga baik siswa maupun pengawas dan panitia lainnya tidak akan tahu posisi soal-soal acak tersebut”, tandas Prof Fathur Rokhman.

Koordinator Pengawas Dr Sugianto menambahkan pihaknya mengharapkan siswa tidak lupa dan salah dalam mencantumkan kode soal . “Karena jika salah kode soalnya maka akan fatal dan terjadi kekeliruan waktu mengscaning jawaban.  Selain itu jangan percaya dengan isu bocoran kunci jawab UN karena akan rugi sendiri dan kalau dipercaya maka siswa pandai malahan bisa buruk hasilnya karena sudah dipastikan kunci jawaban maupun soal tidak akan bocor.”
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Femin Collection | Habitat Design | Kreatifa Media
Copyright © 2013. Belajar Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Habitat Design Published by Kreatifa Media
Proudly powered by Blogger