Home » , , » Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia


Sekitar 3.500 sarjana pendidikan akan direkrut sebagai guru di pelosok Indonesia. Setelah setahun mengajar, mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan biaya pemerintah.
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo mengemukakan hal itu, Rabu (12/10), terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.
Mereka, lanjut Rektor, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Menurut Sudijono, selama mengajar di wilayah pelosok tersebut, mereka akan mendapatkan biaya hidup setiap bulan. ”Setelah itu, mereka kembali ke LPTK tempat mendaftar sebelumnya untuk mengikuti PPG dan begitu lulus, jadilah sebagai guru profesional,” katanya seraya menambahkan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75.
”Unnes sebagai bagian tak terpisahkan dari Kemdiknas, sudah tentu melaksanakan program ini sebaik-baiknya untuk turut memajukan Indonesia secara bersama-sama,” tandasnya.

Percepatan


Terpisah, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. ”Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas, mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah,” katanya.
Alasan lain, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. ”Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,” ungkap dia.

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.

Unnes Rekrut 300 Sarjana


Sementara itu, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan merekrut sedikitnya 300 sarjana pendidikan untuk mengajar selama setahun di berbagai pelosok Indonesia. Selama mengabdi, mereka akan mendapatkan biaya hidup per bulan dan setelah itu akan dibiayai untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pembantu Rektor Bidang Akademik Agus Wahyudin mengemukakan hal itu terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu. Dalam program itu, secara nasional tahun ini akan diberangkatkan sedikitnya 3.500 orang.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.

Mereka, lanjutPR I, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Muara dari program ini, lanjut PR I, adalah munculnya guru profesional yang memiliki pengabdian tinggi terhadap Negara Kesatuan republik Indonesia. ”Setiap lulusan PPGmerupakan guru profesional,” katanya.

Dikemukakan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75 dari program studi yang dibutuhkan di wilayah pengabdian.

Menurutsurat yang dikirimkan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti Kemdiknas, program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas, mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah.

Alasan lainnya, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkukuh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Femin Collection | Habitat Design | Kreatifa Media
Copyright © 2013. Belajar Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Habitat Design Published by Kreatifa Media
Proudly powered by Blogger