Seperti dalam pengertian bahasa , hal-hal di luar bahasa mempengaruhi pemahaman kita pada hal di dalam bahasa. Untuk memahami apa yang terjadi di dalam sebuah percakapan, misalnya kita perlu mengetahui aiapa aja yang terlibat di dalamnya, bagaimana hubungan dan jarak social di antara mereka, atau status relative di antara mereka.Rustono (1999:55) menyatakan Prinsip percakapan (Convensional principle) adalah prinsip yang mengatur mekanisme percakapan antar pesertanya agar dapat bercakap-cakap secara kooperatif dan santun. Dari batasan itu dapat dikemukakan bahwa prinsip percakapan itu mencakup dua, yaitu prinsip kerjasama (cooperative principle) dan prinsip kesantunan (politeness principle).
Pembicara di dalam percakapan harus berusaha agar apa yang dikatakannyabrelevan dengan situasi di dalam percakapan itu, jelas dan mudah dipahami oleh pendengarnya. Dengan singkat dapay dikatakan bahwa ada kaidah-kaidah yang harus ditaati oleh pembicara agar percakapan dapat berjalan dengan lancer. Kaidah-kaidah itu di dalam kajian pragmatic, dikenal dengan prinsip kerja sama.
Dalam Kushartanti (2007:106) Grice (1975) mengungkapkan bahwa di dalam prinsip kerja sama, seorang pembicara harus mematuhi empat maksim. Maksim adalah prinsip yang harus ditaati oleh peserta pertuturan dalam berinteraksi, baik secara tekstual maupun interpersonal dalam upaya melancarkan jalannya proses komunikasi. Keempat maksim percakapan itu adalah: maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara.
Maksim kuantitas
Berdasarkan maksim kuantitas, dalam percakapan penutus harus memberikan kontribusi yang secukupnya kepada mitra tuturnya. Misalnya:
(a) Anak gadis saya sekarang sudah punya pacar.
(b) Anak gadis saya yang perempuan sudah punya pacar
Kalimat (a) menunjukkan kontribusi yang cukup kepada mitra tuturnya. Bandingkan dengan kalimat (b) yang terasa berlebihan. Karena di dalam kalimat (b) kata gadis sudah mencakup makna ’perempuan’ sehingga kata perempuan dalam kalimat tersebut memberikan kontribusi yang berlebih.
Maksim kuantitas juga dipenuhi oleh apa yang disebut pembatas (hedge), yang menunjukkan keterbatasan penutur dalam mengungkapkan informasi. Hal ini dapat kita lihat dalam ungkapan di awal kalimat seperti singkatnya, dengan kata lain, kalau boleh dikatakan, dan sebagainya.
Maksim Kualitas
Berdasarkan maksim kualitas, peserta percakapan harus mengatakan hal yang sebenarnya. Misalnya, seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang seharusnya mengatakan bahwa Kampus Universitas Negeri Semarang terletak di semarang, bukan kota lain, kecuali jika ia benar-benar tidak tahu.
Kadang kala, penutur tidak merasa yakin dengan apa yang diinformasikannya. Ada cara untuk mengungkapkan keraguan seperti itu tanpa harus menyalahi maksim kualitas. Seperti halnya maksim kuantitas, pemenuhan maksim kualitas oleh ungkapan tertentu. Ungkapan di awal kalimat seperti setahu saya, kalu tidak salah dengar, katanya, dan sebagainya, menunjukkan pembatas yang memenuhi maksim kualitas.
Maksim Relevansi
Berdasarkan maksim relevansi, setiap peserta percakapan memberikan kontribusi yang relevan dengan situasi pembicararaan. Misalnya
(a) A: Kamu mau minum apa?
B: Yang hangat-hangat saja.
(b) C: Kamu mau minum apa?
D: Sudah saya cuci kemarin.
Di dalam penggalan percakapan (a) kita dapat melihat bahwa B sudah mengungkapkan jawaban yang relevan atas pertanyaan A. Di dalam penggalan percakapan (b), sebagai penutur bahasa Indonesia kita dapat mengerti bahwa jawaban D bukanlah jawaban yang relevan dengan pertanyaan C.
Topik-topik yang berbeda di dalam hubungannya dengan maksim relevansi, kaitan ini dapat dilihat sebagai pembatas. Ungkapan-ungkapan di awal kalimat seperti Ngomong-ngomong....., Sambil lalu....., atau By the way...... merupakan pembatas yang memenuhi maksim relevansi.
Maksim Cara (Pelaksanaan)
Berdasarkan maksim cara, setiap peserta percakapan harus berbicara langsung dan lugas serta tidak berlebihan. wijana (1996:50) menyatakan maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta percakapan berbicara secara langsung, tidak kabur, tidak taksa, dan tidak berlebih-lebihan, serta runtut.Misalnya:
(a) A: Mau yang mana, komedi atau horor?
B: Yang komedi saja. Gambarnya juga lebih bagus.
(b) C: Mau yang mana, komedi atau horor?
D: Sebetulnya yang drama bagus sekali. Apalagi pemainnya aku suka semua. Tapi ceritanya tidak jelas arahnya. Action oke juga, tapi ceritanya aku taidak mengerti.
C: Jadi kamu pilih yang mana?
Di dalam kedua penggalan percakapan di atas kita dapat melihat bahwa jawaban B adalah jawaban yang lugas tidak berlebihan. Pelanggaran terhadap maksim dapat dilihat dari jawaban D.
Untuk memenuhi maksim cara/ maksim pelaksanaan, adakalanya kelugasan tidak selalu bermanfaat di dalam interaksi verbal. Sebagai pembatas dari maksim cara/ plelaksanaan, pembicara dapat menyatakan ungkapan seperti bagaimana kalau....., menurut saya..... dan sebagainya.
Daftar Pustaka
Kushartanti. 2007. Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama
Rustono. 1999. Pokok- Pokok Pragmatik. Semarang: CV IKIP Semarang Press
Wijaya, Dewa Putu. 1996. Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi
SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
ReplyDeleteDEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<
SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<